LIGHTHOUSE = to guide navigators and warn them of various hazards. I chose this word because this is my desire. To be a LIGHTHOUSE for this generation. To show the way and to warn them the hazards of this world. May my life can be the light and salt for this world.
Selasa, 04 Januari 2011
Young people gathered for praising and worshipping God...
Based on true story...
Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini dilahirkan pada tahun 1491. Ia berasal dari keluarga bangsawan Spanyol. Ketika masih kanak-kanak, ia dikirim untuk menjadi abdi di istana raja. Di sana ia tinggal sambil berangan-angan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi seorang laskar yang hebat dan menikah dengan seorang puteri yang cantik. Di kemudian hari, ia sungguh mendapat penghargaan karena kegagahannya dalam pertempuran di Pamplona. Tetapi, luka karena peluru meriam di tubuhnya membuat Ignatius terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan para kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu. Perlahan-lahan, buku-buku itu mulai menarik hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.
St. Ignatius harus menderita banyak pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai karyanya yang hebat dengan membentuk Serikat Yesus, ia harus bersekolah. Ia belajar tata bahasa Latin. Sebagian besar murid dalam kelasnya adalah anak-anak, sementara Ignatius sudah berusia tiga puluh tiga tahun. Meskipun begitu, Ignatius pergi juga mengikuti pelajaran karena ia tahu bahwa ia memerlukan pengetahuan ini untuk membantunya kelak dalam pewartaannya. Dengan sabar dan takwa, ia menerima ejekan dan cemoohan dari teman-teman sekelasnya. Selama waktu itu, ia mulai mengajar dan mendorong orang lain untuk berdoa. Karena kegiatannya itu, ia dicurigai sebagai penyebar bidaah (=agama sesat) dan dipenjarakan untuk sementara waktu! Hal itu tidak menghentikan Ignatius. “Seluruh kota tidak akan cukup menampung begitu banyak rantai yang ingin aku kenakan karena cinta kepada Yesus,” katanya.Ignatius berusia empat puluh tiga tahun ketika ia lulus dari Universitas Paris. Pada tahun 1534, bersama dengan enam orang sahabatnya, ia mengucapkan kaul rohani.
Ignatius dan sahabat-sahabatnya, yang pada waktu itu masih belum menjadi imam, ditahbiskan pada tahun 1539. Mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan cara apa pun yang dianggap baik oleh Bapa Suci. Pada tahun 1540 Serikat Yesus secara resmi diakui oleh Paus. Sebelum Ignatius wafat, Serikat Yesus atau Yesuit telah beranggotakan seribu orang. Mereka banyak melakukan perbuatan baik dengan mengajar dan mewartakan Injil. Seringkali Ignatius berdoa, “Berilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya Tuhan. Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak mengharapkan apa-apa lagi.” St. Ignatius wafat di Roma pada tanggal 31 Juli 1556. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV. “
(kutipan dari: www.indocell. net/yesaya )
Bersiaplah Untuk Dikejutkan!!!
Ia menyimpan rahasia dari Abraham, kemudian Ia memberinya seorang anak laki-laki.
Ia menyimpan rahasia dari Yakub, kemudian memulihkan relasi dengan anak laki-lakinya, Yusuf.
Ia menyimpan rahasia dari Yusuf, tetapi akhirnya menjadikannya gubernur Mesir, memampukannya untuk menyelamatkan keluarganya dari kelaparan.
Ia menyimpan rahasia dari Musa, kemudian memerintahkannya untuk membebaskan umatNya.
Ia menyimpan rahasia dari orang Israel, kemudian menyelamtakan mereka dari perbudakan.
Ia menyimpan rahasia dari Daud, kemudian menjadikannya raja.
Ia menyimpan rahasia dari Daniel, kemudian mengungkapkan kepadanya arti dari penglihatan dan mimpi.
Ia menyimpan rahasia dari Petrus, kemudian menjadikannya penjala manusia.
Ia menyimpan rahasia dari Paulus, dan menjadikannya rasul bagi para orang kafir.
Allah sedang menyimpan rahasia dari Anda – jalan keluar dari masalah, doa yang belum terjawab, penyembuhan, berkat. Ia menyimpan rahasia. Kadangkala.. Ia menyukai drama dari semuanya. Ia menyimpan rahasia sehingga kita dapat bertumbuh dalam kepercayaan kepadaNya, karena Ia tahu apa yang Ia sedang lakukan dengan hidup kita.
Alasan lain mengapa Allah menyukai rahasia? Karena Ia menyukai kejutan.
Apakah Ia sedang menyembunyikan sesuatu dari Anda? Bersiaplah untuk dikejutkan!
Diterjemahkan oleh Ignatius Susilo
dari buku “ENJOY GOD'S BEST FOR YOUR LIFE" karangan Arun Gogna (Catholic Preacher from Philipinne)
Selasa, 24 Februari 2009
“Do not be afraid to be holy” by JP II
Mari dengan kesadaran penuh kita kembali kepada kasih-Nya mula-mula. Jadikan 40 hari ini sebagai panggilan untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus di dalam kekudusan.
Hidup di tengah dunia modern ini sangat sulit untuk hidup kudus. Misalkan, saat kita hendak makan di restoran , di food court, atau dimana pun yang merupakan tempat umum, apakah saya dengan berani dan lantang membuat tanda salib dan berdoa? Atau kita secara cepat membuat tanda salib karena malu akan pendapat orang. Atau bagaimana dengan pikiran, perbuatan, perkataan kita? Apakah karena takut pendapat orang sehingga kita tidak lagi peduli dalam menggunakan perkataan dan perbuatan kita? Takut mendapat cap atau label dari orang lain, bahkan keluarga sendiri. Dianggap ‘sok suci’ dan terasa ‘aneh’ untuk lakukan hal itu.
Masa prapaskah ini kita di undang untuk kembali dalam kekudusan. “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Pts 1 : 16 Demikian St. Paulus mengingatkan kita untuk menjadi kudus. Sama seperti Paus Yohanes Paulus II yang berseru “Do not be afraid to be holy!”.
Awali dengan berpantang dan berpuasa selama 40 hari. Mengatakan TIDAK terhadap setiap makanan atau segala hal yang membuat kita senang sebagal tanda ada yang lebih utama daripada setiap makanan dan semua hal yang saya gemari, yaitu Yesus Kristus. Jesus the number ONE and the only ONE in our life, our job, our school, our ministry, our family.
Jadikan 40 hari ini menjadi ziarah pribadi kita untuk menuju kekudusan dan akhirnya kita dapat “MATI” bersama Yesus di kayu salib dan “BANGKIT” menjadi manusia baru bersama Yesus.
Selamat menjalani ZIARAH HIDUPMU selama 40 hari dan serukan “DO NOT BE AFRAID TO BE HOLY!”
Jumat, 03 Oktober 2008
Suara itu kembali terdengar
Suara itu kembali terdengar di hati ini. Suara itu kembali memanggil aku dibalik kesibukanku yang baru. Suara yang sama dengan suara yang memanggil aku 10 tahun yang lalu untuk kembali kepada-Nya.
Aku kembali terdiam. Aku kembali tertunduk dalam kebingungan. Semua terjadi kembali. Semua yang jauh ada di dalam hatiku kembali berteriak. Rasanya aku ingin bebas dari semua ini. Aku ingin keluar dari masalah ini. Aku ingin mendapatkan kemerdekaanku. Tapi ketakutanku terus menarik aku kedalam hasrat kedaginganku hingga kini Dia berbisik di hatiku, ”Kembalilah... Pulanglah...”
Oh Tuhan... Kau mengetahui dimana aku berada. Kau yang telah tempatkan panggilan ini di dalam hatiku, jauh sebelum aku dijadikan. Tuhan, kemana aku dapat lari menjauhi Engkau, Allah yang maha tahu dan maha hadir bagiku. Kemana aku dapat bersembunyi. Aku tidak bisa lari dari pada-Mu.
10 tahun yang lalu, Kau letakkan kerinduan-Mu di dalam hatiku untuk berada dengan kaum muda. Untuk membawa Engkau ke dalam hidup kaum muda. Untuk menyerahkan seluruh hidupku kepada-Mu ya Tuhan. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun, kerinduan itu terus bertumbuh dan menggoncang hidupku dari dalam. Kebahagianku datang hanya dari pada-Mu dan bersama-Mu.
Sekarang...
Aku harus buat keputusan...
Keputusan yang tidak boleh aku ingkari lagi...
Keputusan yang dapat membawa kedamaian...
Keputusan yang dapat membawa aku kedalam kebahagiaan...
Tuhan, berikan petunjuk-Mu supaya aku mengambil keputusan yang terbaik untuk keluargaku, komunitasku, pribadiku, dan bagi Engkau sendiri.
Tuhan, curahkan Roh Kudus-Mu supaya aku dengan berani untuk mundur dari semua yang aku jalanin selama ini dan dengan mantap untuk mengikuti Engkau kemana pun Engkau meminta aku untuk pergi.
Tuhan, tolong aku...
Tuhan, berkati aku...
Tuhan, terima kasih...
I Love You, Jesus
Thank you for being my Best Friend...
Jumat, 15 Agustus 2008
BE POSITIVE!
WHAT???
Semua pasti akan bilang: Ya iyalah masa ya iya donk. Mulan Jameelah sama Mulan Jamedonk. Hahahaha...
Ok... cukup becandanya.. Back to the topic..
What should I do?
Sahabat, apa yang kamu lakukan jika dihadapkan dalam situasi ini? Apakah kamu lari dari masalah? Atau kamu hadapi masalah ini? Memang paling gampang adalah lari dari masalah. Pura-pura tidak tahu ada masalah. Bersikap masa bodoh dengan masalah ini, atau bisa jadi kita terima masalah ini tanpa diselesaikan sampai satu titik kita sendiri menjadi stress. Wah.. jika sudah begini, kita bisa gila d. Ehm.. jadi apa yang harus kita lakukan?
Masalah ada bukan untuk dihindari tapi dihadapi. Dalam kehidupan pasti kita mengalami masalah demi masalah. Kita tidak bisa memilih masalah untuk pergi dari kehidupan kita (walau ada si yang sukanya cari masalah... hehehehe... ). Satu hal yang bisa kita lakukan adalah bagaiman kita bersikap. Bagaimana saya dan kamu menghadapi masalah ini. Ini yang terpenting. Kita harus memiliki sikap yang tepat dan itu adalah BE POSTIVE! Yup.. menjadi positif itu penting. Maksudnya apa ni? Begini sahabatku, saat masalah datang kita harus menekan tompol ‘pause’ di dahi kita. (Ehm.. kalian tahukan jika setiap orang memiliki tombol pause didahinya? Maksudnya, sebelum bertindak dan memutuskan reaksi kita, dipikir dahulu. Ini ada loh di buku 7 Habits for Highly Effective Teenager). Kita harus putuskan reaksi apa yang mau kita buat atas masalah yang ada.
Cobalah untuk memandang masalah lewat sudut pandang yang berbeda. Jika selama ini kita menggunakan kaca mata A untuk melihat masalah ini, sekarang ganti kaca matamu. Gunakan kaca mata B. Lihat masalah itu dari sisi yang lain. Kita pasti akan temukan jika ternyata masalah yang kita hadapi tidak memberi dampak negatif tapi positif. Semua tergantung kita melihatnya, jika kita lihat masalah ini dengan kaca mata negatif, pasti masalah ini menjadi negatif jika dengan kaca mata positif, pasti masalah ini menjadi positif. Berpikir positif dalam segala situasi pasti akan membawa hidup kita ke arah yang lebih baik. Kita lebih mudah menjalani semua ini.
Masalah yang terjadi sebenarnya bisa membuat hidup kita lebih matang. Bahkan masalah-masalah ini bisa membuat hidup lebih berwarna. Lebih menarik. Masalah ini membuat kita menjadi orang yang lebih kuat, lebih tegar, lebih bijaksana. Masa sekolah pun jika kita ingin naik kelas, kita harus diuji. Hidup kita jika ingin naik ke tahap yang lebih tinggi lagi, kita harus diuji.
Jika saat kamu baca tulisan ini sedang mengalami 1 masalah, 50 masalah, 100 masalah, bahkan 1000 masalah, mari kita BE POSTIVE. Hadapi semua itu dengan senyum. Jangan langsung marah, emosi, dll. Tenangkan dirimu. Keputusan yang diambil dengan emosi, pasti hasilnya tidak baik. Tapi dengan kepala dingin, hasilnya akan jauh lebih baik.
Ok.. kita sudah selesai sekarang. Jadi, jika kaca matamu masih yang lama, sekarang buang dan ganti dengan kaca mata positif. Selamat berjuang ya...
Oh ya... satu lagi... Jangan lupa BERDOA... DOA membuat segalanya menjadi jauh lebih muda.
God bless...
Senin, 04 Agustus 2008
GOD loves you, sin no more!
Suatu kalimat yang indah. “Tuhan mengasihi Anda. Jangan berbuat dosa lagi.”
Sahabatku... ijinkan saya mulai dengan pertanyaan: “Kapan kamu terakhir kali berbuat dosa?”,”5 menit yang lalu? 1 jam? 1 hari? Atau kapan?” Ehm.. pertanyaan yang sangat mudah menurut saya tetapi butuh kejujuran jawaban kita yang sangat sulit dijawab. Mengapa sulit dijawab? Karena kita malu jika mengakui ternyata baru berbuat dosa 5 menit yang lalu. Atau malah mungkin jangan-jangan kamu bangga mengakuinya? Ups... Semoga tidak ya...
Dosa... Suatu kata yang sangat menakutkan tetapi kegiatan yang sangat menyenangkan untuk dilakukan.. Ayo jujur saja... Enakkan yang namanya dosa itu?? Ok, kita kembali ke pembahasan kita. Dosa bisa saya katakan sama seperti “bola salju”. Semakin digelinding, semakin besar. Dosa kita lakukan dari hal yang kecil, saat kita tidak menyadarinya dan kita semakin senang melakukannya, maka dosa itu sudah menjadi besar tanpa kita sadar.
Puji Tuhan bagi sang Maha Kuasa... Kata: “Selesai sudah!” berkumandang di langit yang sendu, disore hari yang begitu mencekam, disaat bumi berguncang, suatu kalimat yang TELAH menyelamatkan seluruh umat manusia. Ya.. saya katakan TELAH.. Suatu kalimat yang keluar dari mulut sang Anak Domba Allah. Suatu kalimat yang terucap diakhir hidupNya yang telah mentuntaskan pekerjaan dari Sang Bapa. Sekali dan untuk selamanya, dosa telah dikalahkan.
Namun sekarang yang mungkin timbul dalam benak kita adalah, jika dosa telah dihancurkan, mengapa dosa masih saja berkeliaran di tengah manusia? Yang pasti bukan salah Tuhan loch.. Yang salah adalah kita! Yup.. kita, koq bingung? Ya kita.. (Jangan terkejut dunk...). Begitu baiknya Tuhan sampai Dia memberikan suatu hadiah yang hanya dimiliki oleh manusia, yaitu KEHENDAK BEBAS. Ini yang kita salah gunakan. Kita seenaknya menggunakan KEHENDAK BEBAS itu. Sehingga yang terjadi adalah dosa masih saja bercokol dan apalagi berbuat dosa itu memang enak.. Seperti yang saya bilang di atas.
Dosa menghancurkan hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama. Dosa menghancurkan karakter. Dosa menghancurkan diri. Dosa menghancurkan segalanya.
Kabar gembira bagi para sahabatku.. Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang kita puja, Tuhan yang kita sanjung adalah pribadi yang tidak pernah melihat dosa kita tetapi pribadi yang selalu melihat siapa kita. (Ingat! Tuhan membenci dosa loh.) Yup... Dia melihat kita sebagai anakNya. Dia tetap mengasihi kamu dan saya. Seberapa pun parahnya dosamu.. (Coba kamu pikirkan dosa yang sudah kamu lakukan. Ingat juga keterikatan kamu yang masih membelenggu kamu). Sudah?? Kalo belum, coba pikirkn lagi, sekarang!!! Saya bilang sekarang... koq masih terus baca sih...
..... berpikir.....
Sudah? Sekarang, pikirkan akan kasih Tuhan yang RUAR BIASA itu... KasihNya yang sudah memindahkan kamu dari gelap ke terang. Rasakan kasihNya.. kasihNya lebih besar dari dosa yang sudah kamu dan saya lakukan. Yes... lebih besar dari dosa yang sudah kamu dan saya lakukan. Luar biasa ya Tuhan kita..
Sahabat-sahabatku.. Jika saat ini kamu sedang dalam pergumulan untuk melepaskan keterikatan kamu dari dosa.. Selalu ingat akan besarnya kasih Tuhan buat kita. Saya percaya jika kasihNya sanggup menutupi dosa besar manapun. STOP!!! Sebelum lanjut, kamu harus ingat ya jika hal ini jangan disalahgunakan. Jangan kerena Tuhan baik dan mengampuni dosa lalu kita seenaknya berdosa. NO!!! Dengan kita selalu ingat akan kasihNya, sedikit demi sedikit kita akan berhenti dari kecenderungan untuk berbuat dosa.
Sahabat-sahabatku, mari kira berjuang untuk menang dari dosa ini. Jangan biarkan dosa ini menghancurkan hidup kita. Dan jangan lupa untuk saling mendoakan. We are not lone ranger but we are family. Need one and another.
Say YES to Jesus
Say NO to sin
Pesan saya menutup tulisan ini : God loves you!!!! Sin NO more!!!!!
Jangan lupa sebut nama saya dalam doamu ya. Saya juga butuh didoakan.
Sampai bertemu ditulisan selanjutnya. Semoga menjadi berkat.
Written by Bro Susilo































